Korban Banjir dan Longsor di Taput Terus Bertambah, 23 Tewas dan 28 Hilang
Font Terkecil
Font Terbesar
PojokViral.com – Jumlah korban tewas akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, terus bertambah. Hingga laporan terakhir pada Minggu (30/11) dini hari, total 23 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 28 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Tragedi ini terjadi setelah serangkaian bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem, melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara.
"Yang kita temukan tadi masih di dua kecamatan itu," ujar Walpon, Sabtu (29/11).
Bencana ini telah memicu upaya pencarian besar-besaran oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.
"Kita hentikan dulu pencariannya karena udah malam, gelap lokasinya, besok pagi sudah terang kita lanjut cari lagi," terang Walpon, memastikan bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi.
Data terbaru mengenai korban meninggal dunia ini menambah daftar panjang duka akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang hilang dan memberikan penanganan dampak bencana serta pemulihan bagi para penyintas.
Tragedi ini terjadi setelah serangkaian bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem, melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara.
Fokus Pencarian di Dua Kecamatan
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon, membenarkan adanya penambahan jumlah korban tersebut. Korban-korban yang telah ditemukan tersebar di dua wilayah kecamatan yang terdampak paling parah, yaitu Kecamatan Adiankoting dan Kecamatan Parmonangan."Yang kita temukan tadi masih di dua kecamatan itu," ujar Walpon, Sabtu (29/11).
Bencana ini telah memicu upaya pencarian besar-besaran oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.
Pencarian Dihentikan Sementara
Proses pencarian dan evakuasi para korban terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu malam karena kondisi di lokasi yang tidak memungkinkan. Kondisi gelap dan lokasi yang rawan menjadi pertimbangan utama penghentian operasi demi keselamatan tim penolong."Kita hentikan dulu pencariannya karena udah malam, gelap lokasinya, besok pagi sudah terang kita lanjut cari lagi," terang Walpon, memastikan bahwa operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi.
Data terbaru mengenai korban meninggal dunia ini menambah daftar panjang duka akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang hilang dan memberikan penanganan dampak bencana serta pemulihan bagi para penyintas.
